Persaingan Bisnis Hotel di Solo Kian Ketat

LSU Pariwisata | Sertifikasi Usaha Pariwisata | Sertifikasi Hotel -Tingkat persaingan bisnis hotel, khususnya di Kota Solo semakin ketat dengan dibangunnya hotel baru dengan jumlah kamar mencapai ratusan. Sedangkan hotel-hotel yang sudah beroperasi dan pada umumnya masuk dalam jaringan operator internasional, berupaya menawarkan daya tarik beraneka ragam. Masalah tersebut dikemukakan Imelda Sundoro, Presiden Komisaris Hotel “The Royal Surakarta Heritage” yang semula bernama “The Best Western”, kepada wartawan, Kamis (22/5/2014).

Dia menjelaskan pergantian nama hotel itu dan bergabungnya hotel tersebut dalam jaringan MGallery yang mengelola hotel-hotel bernuansa etnik.”Bukan hanya di Kota Solo, tetapi di kota lain sudah terlalu banyak hotel pesaing yang menawarkan keunggulan masing-masing. Sehingga membuat hotel dengan nuansa lain menjadi pilihan untuk masuk dalam persaingan,” ujarnya.

Menurut dia, hotel tersebut didisain dengan nuansa batik hampir di seluruh bagian. Nuansa batik mendominasi bagian lua maupun dalam hotel, termasuk beragam ornamen dan aksesori, seperti patung, topeng, kaca dan lain-lain yang khas Jawa dipajang di semua lantai dan kamar.

Bangunan hotel yang menjulang dan beratap joglo tersebut, semula adalah bank BHS yang dilikuidasi. Hotel Best Western sendiri hanya berusia empat tahun, sebelum berganti nama menjadi “The Royal Surakarta Heritage”.

Leave a Reply