Ini Bisnis yang Bakal Berjalan Mulus di Lebak Bulus

Sertifikasi Usaha Hotel | LSU Pariwisata-CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, memprediksi beberapa jenis bisnis yang memiliki prospek cerah dan bakal berjalan mulus di Lebak Bulus, seiring dengan pembangunan jaringan mass rapid transit (MRT) koridor Lebak Bulus-Dukuh Atas. Bisnis tersebut adalah komersial ritel mencakup pusat belanja, grocery, supermarket, restoran (warung makan), kedai kopi, dan kafe. “Serupa dengan pengembangan hub MRT di kota-kota metropolitan dunia lainnya seperti Tokyo, New York, London, dan Sydney, selalu dilengkapi dengan ruang ritel. Para penglaju atau komuter yang jumlahnya ratusan ribu orang pasti akan singgah ke kios-kios ritel tersebut sekadar untuk sarapan, makan siang atau bersosialisasi sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir,” urai Hendra kepada Kompas.com, Selasa (24/6/2014).

Saat ini, baru ada satu pusat belanja di kawasan Lebak Bulus, yakni Poins Square, dan satu grocery Carrefour serta minimart yang lokasinya terpencar. Yang dibutuhkan komuter adalah ruang ritel yang terintegrasi dan one stop services.

Bisnis berikutnya adalah komersial residensial yang meliputi apartemen, apartemen sewa, dan rumah kos.

Ratusan ribu komuter yang memanfaatkan MRT Lebak Bulus, namun tempat tinggalnya jauh dari kantor mereka, merupakan pasar potensial bagi jenis bisnis ini. Selain itu, banyak karyawan yang bekerja di perkantoran sepanjang koridor TB Simatupang yang belum memiliki hunian, namun punya home ownership program menjadi ceruk pasar yang menjanjikan bagi pebisnis apartemen, apartemen sewa dan rumah kos.

Selanjutnya, tambah Hendra, adalah sektor perhotelan dengan klasifikasi hotel transit atau hotel bisnis. Fasilitas akomodasi ini sangat sesuai dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan pebisnis baik yang berasal dari luar kota maupun mancanegara.

Perusahaan-perusahaan yang beroperasi dan membuka kantor di sepanjang koridor TB Simatupang seksi I yakni Pondok Indah-Fatmawati kerap mendatangkan ekspatriat, middle level manager atau karyawan lainnya dari kantor cabang untuk bertugas di Jakarta. Nah, biasanya mereka ditempatkan untuk sementara di hotel-hotel representatif yang relatif jauh dari kantor.

“Itulah kesempatan besar bagi pengembang untuk membangun hotel di sekitar Lebak Bulus,” tandas Hendra.

Adapun hotel representatif yang sudah beroperasi di sekitar Lebak Bulus, hanya ada satu yakni Grand Mercure Simatupang. Selebihnya adalah hotel kelas melati.

Leave a Reply