Berapa besar peluang bisnis hotel budget?

Standar Usaha Hotel | LSU Pariwisata-Grup Ciputra mengendus perkembangan bisnis maskapai penerbangan pada beberapa tahun terahir sangat meningkat, mereka mencium peluang dibalik itu semua yaitu bisnis akomodasi. Sugwantono Tanto direktur Grup Ciputra mengatakan, pihaknya terjun ke bisnis hotel budget karena ingin menikmati imbas dari perkembangan bisnis maskapai penerbangan, khususnya maskapai berbiaya rendah. Logika bisnis melihat dari sanalah permintaan hotel budget meningkat cukup besar.Tren pertumbuhan ekonomi pada masyarakat Indonesia yang positif seiring meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan perjalanan dan membutuhkan hotel yang ramah dengan isi kantong mereka. Tentu saja mereka akan mengincar hotel budget, hotel dengan layanan sederhana namun cukup nyaman untuk beristirahat dan mudah untuk melakukan aktivitas, bisnis, dan berwisata. Peluang inilah yang tidak disia-siakan pihak Ciputra.

Kepala Hubungan Investor Bakrieland, Nuzirman Nurdin, hotel budget memiliki peluang besar karena tingginya permintaan dari pasar wisatawan domestik. Okupansi budget hotel pun tercipta, mereka memiliki pasar sendiri dan sangat menjanjikan. Pangsa pasar budget hotel adalah pelaku bisnis antar kota yang tidak tinggal terlalu lama, hanya butuh satu-dua hari saja.

Wakil Ketua Association of the Indonesia Tour and Travel Agencies, Rudiana menilai, ekspansi emiten mendirikan hotel budget masih dalam koridor yang semestinya, sesuai dengan permintaan pasar. Pasar budget hotel mengimbangi pertumbuhan maskapai berbiaya rendah. Prediksi Rudiana, semakin banyak penumpang maskapai berbiaya rendah, maka semakin banyak pula peluang bisnis hotel budget ini. Orang yang bepergian menggunakan maskapai murah tak mungkin memilih hotel berbintang untuk akomodasinya. Rudiana mencatat, okupansi hotel budget sepanjang kuartal satu kemarin sudah mencapai di atas 70%. Bahkan, saat peak season dan long weekend malah bisa mencapai 90%-100%.

Yang membuat bisnis hotel budget di Indonesia cukup menggiurkan adalah:

  • Okupansi yang tinggi dan modal awal / investasi untuk mendirikan hotel budget cukup rendah dibanding modal untuk mendirikan hotel berbintang. Biaya rata-rata, pembangun hotel budget kisaran Rp 30 – 40 miliar sudah termasuk tanah.
  • Biaya investasi yang rendah ini, hitungan balik modal akan lebih cepat ketimbang berinvestasi di bisnis hotel berbintang.
  • Indonesia memiliki banyak lokasi yang menjadi incaran para investor hotel budget, seperti kawasan-kawasan sub-urban, kota besar, serta kota-kota kecil tujuan wisata atau memiliki potensi di bidang ekonomi, bisnis, perdagangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *