Uncategorized

Bisnis Hotel Syariah di DIY Makin ‘Cerah’

Standar Usaha Hotel Syariah | LSU Hotel -Bisnis hotel syariah di DIY mulai bergeliat dan makin cerah meskipun belum sebesar pertumbuhan hotel konvensional. Tren hotel berkonsep syariah mulai berkembang di Indonesia  yang ditopang besarnya pasar konsumen muslim dan seiring berkembangnya konsep syariah sebagai bagian dari gaya hidup masyarakatnya. Ketua Perhimpuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istijab M Danuneagara mengatakan sejalan dengan berkembanganya konsep syariah yang dimaknai dalam arti luas, konsep ini sudah merambah masuk ke bisnis perhotelan. Konsep syariah yang diterapkan dalam bisnis perhotelan ini tidaklah mudah karena harus mempunyai persyaratan standarisasi berbasis dan bersertifikasi syariah.

“Sudah ada setidaknya tiga hotel syariah di DIY, belum sebanyak hotel konvesional tetapi prospeknya cerah apabila digarap dengan serius.Secara garis besar hotel syariah dan konvensional sama-sama merupakan akomodasi yang disediakan untuk mengingap, perbedaannya keduanya terletak pada cara penyajian dan berbagai layanan yang diberikan,” tutur Istijab kepada KRjogja.com, Senin (7/4/2014).

Istijab menjelaskan ciri khas paling menonjol hotel syariah yaitu mulai dari pakaian petugas hotel yang berbusana muslim, seleksi tamu hotel, pemisahan tamu laki-laki dan perempuan yang akan menggunakan fasilitas hingga larangan minuman beralkohol. Artinya tidak semua tamu bisa menginap di hotel syariah kecuali memenuhi persyaratan hotel tersebut.

“Syarat menginap di hotel syariah yang pasti apabila berlawanan jenis yang harus menunjukkan bukti nikah alias muhrim, setiap memasuki waktu salat diperdengarkan adzan, ada perbedaan kolam renang pria dan wanita, tidak ada minuman alkohol dan sebagainya. Agak ketat dibandingkan hotel konvensional tetapi semua yang penting halal,” ungkap General Manager Grand Quality Hotel Yogyakarta ini.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *