Buktikan Bisnis Hotel

Sertifikasi Usaha Hotel | LSU Pariwisata- PT Adhi Karya (Tbk) ke dunia bisnis  perhotelan secara matang. Seperti bekerja sama dengan sekolah dan professional di bidang perhotelan yang membuat perusahaan pelat merah di bidang konstruksi ini tidak mendapat halangan dalam ekspansi bisnisnya. Ini dibukti dengan melakukan topping off atau penyelesaian akhir konstruksi utama proyek hotel GranDhika Blok M, Jakarta Selatan, pada Rabu (25/6). Topping off proyek yang dibangun anak usaha Adhi, PT Adhi Persada Gedung (Persero) dilakukan pada lantai teratas atau lantai 16 gedung hotel. Hotel berkualifikasi bintang empat tersebut memiliki 255 kamar dan menelan investasi Rp 231 miliar.

Direktur Utama Adhi Karya Kiswo Darmawan mengatakan, Adhi Karya telah melakukan perubahan anggaran dasar perseroan yakni dengan memasukkan bidang penyelenggaraan kepariwisataan khususnya usaha hotel. Pasca topping off, kata Kiswo, Adhi Karya akan menggandeng atau mengajak BUMN lain yang memiliki lahan.

Lahan tersebut akan dikelola dan dibangun Adhi Karya menjadi apartemen hingga hotel yang lebih menghasilkan keuntungan.

“Kita tunjukkan teman-teman BUMN yang punya aset untuk bangun hotel. Kami siapkan diri masuk ke bisnis hospitality. Pengelolaan hotel dan service apartemen yang Adhi jalani. Dalam visi misi Adhi melaksanakan bisnis hospitality terkait konstruksi.

Kita tidak menjalani pelayaran pariwisata. Kami punya kemampuan buat konstruksi, bisa operasikan, dan bisa bisniskan gedung,” ungkap Kiswo di lokasi topping off yang dihadiri sejumlah Dirut BUMN, seperti Arief Yahya (Dirut Telkom) dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Selain membangun hotel di Blok M, rinci Kiswo, melalui anak usahanya membangun empat hotel lainnya, seperti Hotel GrandDhika Bekasi, Hotel GranDhika Medan serta hotel di Surabaya dan Semarang.

Total investasi untuk pembangunan lima hotel tersebut mencapai Rp 1,5 triliun. Proses pembangunan tuntas secara bertahap hingga 2016. Sedangkan GrandDhika Blok M bisa dioperasikan secara komersial pada akhir 2014. “Pendanaan ekuitas sendiri dan pinjaman. Yang sudah terjadi persentasenya 70 persen bank, 30 persen modal sendiri.

Saya sudah bicara dengan Bank Mandiri supaya bisa ditekan jadi 20:80. Dari investasi itu, konstruksi dan pengelolaan hotel akan dilakukan Adhi Karya serta anak usaha. Untuk mendukung operasional hotel, Adhi Karya membentuk divisi khusus perhotelan.

Divisi tersebut juga mempersiapkan sumberdaya manusia yang mampu mengelola hotel hingga apartemen. Kebanyakan arsitek jadi pelayan hotel. Ini kelola 5 tempat hotel milik Adhi Karya. Jadi mudah-mudahan jadi kepercayaan klien kami,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *