Bupati Berau: Konstruksi Hotel Tidak Sesuai Standar, Hentikan!

LSU Pariwisata | Standar Usaha Pariwisata-Bisnis perhotelan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, berkembang sangat pesat. Dalam empat tahun terakhir Dinas Pariwisata mencatat, hadir 16 hotel baru. Termasuk di dalamnya beberapa hotel berjaringan internasional. Meski begitu, Pemkab Berau sangat selektif dalam menerbitkan perizinan. Bahkan Bupati Drs H Makmur HAPK MM intens melakukan evaluasi. “Saya mengevaluasi hotel-hotel yang dalam proses pembangunan. Jika sesuai dengan standar, segera kami respons. Sedangkan yang tidak sesuai standar konstruksinya, saya suruh hentikan,” tegas Bupati Makmur menjawab Tribun tentang booming bisnis perhotelan di Berau, Senin (23/6).

Menurut Makmur, pemkab tidak menginginkan terjadi peristiwa yang merugikan banyak pihak terutama berkaitan dengan standar konstruksi bangunan hotel. “Kalau hotel-hotel nasional yang sudah kami ketahui bobotnya bagus, silakan lanjutkan. Namun tetap perhatikan kualitas konstruksi,” tandasnya lagi.

Senin kemarin, jelas Makmur, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan instansi terkait mengenai progress bisnis perhotelan di Berau. “Hotel yang tidak memenuhi syarat untuk dihuni dan berpotensi terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, segera peringatkan pemiliknya bahwa bila terjadi sesuatu jangan menyalahkan kami,” ungkapnya.

Perhotelan, lanjut Makmur, harus juga memenuhi standar-standar keamanan dan kenyamanan bagi para tamu. Bupati lantas menyebut salah satu hotel berinisial P di Jl Antasari Tanjung Redeb kurang meyakinkan standar konstruksikan. “Standar konstruksinya kurang meyakinkan makanya kami evaluasi ulang. Kami sudah pernah panggil pemiliknya terkait konstruksinya. Hari ini kami panggil lagi. Kami tidak mau pengalaman buruk di daerah lain terjadi di Berau,” tandas Bupati.

Untuk semua manajemen hotel yang baru dibuka di Berau, Bupati Makmur mengingatkan agar memperhatikan aspek kualitas bangunan, keselamatan, keamanan dan kenyamanan.

Di lain sisi, ia menilai, meningkatnya bisnis perhotelan di Berau menunjukkan bahwa investasi di sini aman, ekonomi masyarakat membaik, dan kunjungan wisatawan juga meningkat. “Masih banyak potensi pariwisata yang belum kami garap maksimal. Itu merupakan fokus kami untuk segera dikerjakan terutama pembangunan infrastrukturnya,” tambah Makmur.

Sementara Manajer Hotel P, Atik, yang didampingi Manajer PE, Yozzie, saat dikonfirmasi Tribun menjelaskan, manajemen hotel ini selalu terbuka terhadap apa yang ditentukan pemerintah dan pasti mengikuti semua aturan yang diberlakukan. “Kami welcome. Apapun kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan pemkab, kami berusaha untuk mengikuti karena merupakan kebaikan untuk semua. Soal perizinan pun kami selalu memenuhi persyaratan dan perbaikan yang harus dilakukan,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata Berau Dra Hj Noryati MSi mengatakan, dari 16 hotel baru itu ada beberapa yang sudah beroperasi, ada yang baru sebatas konsultasi teknis,  masih dalam proses perizinan maupun   tahap pembangunan. “Dari sekian hotel itu, ada juga hotel berbintang yang berjaringan nasional dan internasional seperti Aston dan Swiss-bell,” ujar Noryati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *