LS BMWI – Mengasah Kreativitas Kuliner di Restoran Bergengsi. Yuk simak di dalam penjelasan artikel berikut ini.
Ketika Hidangan Biasa Tersulap menjadi Luar Biasa di Restoran Berbintang
LS BMWI – Ketika hidangan biasa tersulap menjadi luar biasa di restoran berbintang. Mari simak di dalam artikel berikut.
Kementrian Pariwisata, Kembangkan SKEMA Standar Usaha Restoran
LSU Pariwisata – Untuk meningkatkan kualitas layanan LSUP, Komisi Otorisasi Kementrian Pariwisata RI melakukan pengembangan SKEMA restoran. Harapannya dengan pengembangan skema restoran ini semakin memperkuat LSUP untuk dapat melakukan pengukuran standar usaha. Hairullah Gazali Direktur LSUP BMWI mengatakan bahwa keberadaan skema ini sangat membantu LSUP dalam menjalankan fungsi audit. Selain itu sebenarnya untuk restoran dan Rumah makan sudah memiliki SNI (Standar Nasional Indonesia) dan keberterimaanya secara internasional menjadi strategis. Ditambahkan oleh Hairullah dalam penyusunan skema ini hadir juga komponen LSUP, KAN, asosiasi usaha dan BPPOM. “penyusunan dilakukan secara marathon bertempat di Red top Hotel Jakarta dan dalam waktu dekat 19 Juni 2017 mendatang akan kembali di gelar di tempat yang sama” tegas Hairullah. Sebagai bagian dari proses sertifikasi usaha ini Hairullah berharap dengan hadirnya skema ini akan mendorong percepatan sertifikasi usaha pariwisata. Rencana petunjuk teknis yang berupa skema ini akan ditetapkan melalui surat keputusan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementrian Pariwisata (Humas LSUP BMWI)
40 Hotel, 5 Restoran dan 3 SPA mendaftar di LSUP BMWI di Awal tahun 2017 ini
LSU Pariwisata – Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan sertifikasi usaha pariwisata LSUP Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia menerima pendaftaran 40 Hotel, 5 Restoran dan Rumah Makan dan 3 SPA untuk disertifikasi di LSUP BMWI. Hairullah Gazali Direktur LSUP BMWI menyatakan bahwa Pemerintah perlu serius untuk mendorong percepatan sertifikasi usaha pariwisata ini. Wujud keseriusannya adalah dengan melaksanakan sosialisasi secara regular kepada usaha. Dalam kesempatan ini juga LSUP BMWI berharap agar selain mendorong perkembangan usaha pariwisata, penguatan daya tarik wisata di masing-masing destinasi juga harus mendapatkan perhatian khusus.
Sertifikasi Usaha Restoran, Rumah Makan dan Usaha Makan dan Minum di Sosialisasikan LSU Pariwisata BMWI
Menjawab tantangan Masyarakat ekonomi ASEAN dan standarisasi SDM serta standarisasi Usaha, LSU Pariwisata BMWI melakukan sosialisasi standar usaha terhadap pelaku usaha di bidang restoran dan jasa boga (19/2) pekan lalu. Pada kesempatan ini hadir 20 jasa usaha dan restoran yang berasal dari Kota Yogyakarta. Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) Hairullah Gazali menyatakan bahwa usaha restoran dan jasa boga merupakan usaha yang berkembang sangat pesat akhir-akhir ini. Pergeseran tren budaya makan dari makan hanya sekedar kenyang menjadi makan untuk pergaulan dan status social menjadi pemicunya. Hairullah menambahkan bahwa SDM usaha restoran dan jasa boga harus sigap terhadap tuntutan pasar karena bagaimanapun konsumen saat ini sudah mulai kritis memberikan masukan. Munculnya media social dan situs bookmarking seperti tripadvisor ikut mendukung perkembangan usaha restoran kedepan.
2016 Mendatang LSU Pariwisata Siap Melakukan Sertifikasi Usaha Restoran, Rumah Makan, SPA dan Biro Perjalanan Wisata dan Usaha Perjalanan Wisata
Hairullah Gazali Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) dalam pernyataan akhir tahunnya yang disampaikan kepada lsupariwisata.com mengatakan bahwa dalam menghadapi MEA ini, kami sudah menyempurnakan beberapa sistem audit baik itu Hotel, Restoran, Rumah Makan, SPA dan Biro Perjalanan Wisata (BPW). Beberapa instrumen kami persiapkan lebih detail agar menghasilkan output pengukuran yang valid, realible dan fair bagi audite. Pada kesempatan ini Direktur LSU Pariwisata juga menyampaikan bahwa perlunya pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian pariwisata untuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan semua regulasi yang ada benar-benar ada dan diterapkan.