Dalam rangkaian Audit Tahap 1 dan Audit Tahap 2 yang dilakukan oleh LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) (22/04) Hotel Wisma Sargede direkomendasikan menjadi Hotel Non Bintang. Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia mengatakan Bahwa meskipun persaingan hotel di Kota Yogykarta cukup ketat namun hotel ini masih eksis. Wisma Sargede sendiri merupakan salah satu unit usaha grup Sargede yang berdiri pada tahun 1995. Selain wisma, Sargede juga menyediakan hotel konvensi dan jasa catering. Bagi Wisma Sargede, konvensi, pelatihan, dan rombongan adalah pasar utama. Wisma Sargede dilengkapi dengan fasilitas antara lain 42 kamar, 5 meeting room, 1 ballroom, dan lapangan untuk aktivitas outdoor.Kompleks Wisma Sargede yang asri karena banyak terdapat pohon rindang dan taman akan membuat tamu merasa betah untuk memilih wisma ini sebagai tempat bermalam atau untuk mengadakan rapat atau acara lainnya. Dari sisi lokasinya yang strategis, yaitu sekitar 20 menit ke pusat kota Yogyakarta.
Usaha Jasa Pariwisata Dituntut Kreatif dan Profesional
Usaha jasa pariwisata dituntut untuk kreatif dan profesional dalam memberikan pelayanan. Hal tersebut dikarenakan kedepan persaingan profesionalitas usaha khususnya di sektor pariwisata akan semakin tinggi. Terlebih lagi dengan diberlakukannya konsep masyarakat ekonomi Asean (MEA) dan kawasan perdagangan bebas Asean (AFTA).Demikian dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM saat memberikan pengarahan pada acara Sosialisasi Peraturan Perijinan Usaha Pariwisata, beberapa hari lalu di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman Yogyakarta.
Hotel 1001 Malam Yogyakarta Direkomendasikan Menjadi Hotel Non Bintang
LSU Pariwisata | Sertifikasi Usaha Hotel Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) (7/4) melaksanakan sertifikasi penentuan Hotel Non Bintang bagi hotel 1001 Malam. Kegiatan sertifikasi ini dimulai dengan kegiatan audit tahap 1 (30/3) dan audit tahap 2 yang merupakan audit lapangan. Hairullah Gazali Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia menyatakan bahwa bagi LSU Pariwisata BMWI, Hotel 1001 merupakan hotel yang sangat strategis di DIY meskipun 1001 malam merupakan hotel Non Bintang, hal ini dikarenakan hampir 90 persen tamu Hotel ini adalah Wisatawan Mancanegara. Secara produk, hotel ini memiliki keunggulan dan nilai jual dibandingkan hotel non bintang lain disekitarnya.
Pemkab Harus Kendalikan Usaha Pariwisata
Sertifikasi Usaha Hotel Non Bintang | LSU Pariwisata Menyikapi perkembangan pariwisata di Kulonprogo maka pemkab perlu mengambil peranan mengatur dan mengendalikan kegiatan usaha kepariwisataan. Salah satunya melalui sektor perijinan yang notabene salah satu bentuk pelaksanaan fungsi pengaturan dan bersifat pengendalian yang dimiliki pemkab terhadap kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.”Dalam hal-hal tertentu, perijinan merupakan sarana untuk mencegah bahaya bagi lingkungan dan melindungi objek tertentu,” kata Bupati dr Hasto Wardoyo usai menyampaikan tiga Raperda di rapat paripurna (Rapur) DPRD Kulonprogo di gedung dewan setempat, Selasa (10/02/2015).
PHRI DIY Desak Kepala Daerah Moratorium Pendirian Hotel
LSU Pariwisata | Sertifikasi Usaha Pariwisata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab Danunagoro mendesak kepala daerah mengeluarkan kebijakan penghentian pembangunan hotel untuk sementara waktu. Sebab, pertumbuhan wisatawan di DIY dari tahun ke tahun peningkatannya tidak terlalu besar.“Saya berharap kepala daerah terutama Bupati Sleman untuk mengeluarkan moratorium pembangunan hotel,” kata Istidjab, Selasa (21/1/2015). Dari 68 hotel berbintang, katanya, lebih dari 50% berada di Sleman. Sedangkan ribuan hotel non bintang juga banyak berdiri di Sleman. Istidjab menjelaskan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Bupati Sleman, Sri Purnomo. Sayangnya, jelas Istidjab, Sleman masih memerlukan investasi untuk pegembangan ekonomi di Sleman.
Komisi Otorisasi Kementrian Pariwisata, Pertemukan LSU dan Calon LSU Pariwisata
LSU Pariwisata | Sertifikasi Usaha Pariwisata Komisi Otorisasi Kementrian Pariwisata pertemukan 20 LSU dan 5 Calon LSU Pariwisata yang telah mengajukan untuk menjadi LSU Pariwisata di Gedung Sapta Pesona Lt 14 (5/02) . Dalam Sambutan selamat datang yang disampaikan oleh Direktur Industri Pariwisata yang mewakili Dirjen Destinasi Kementrian Pariwisata, Drs. Agus Priyono, MM. menyampaikan bahwa jumlah LSU pariwisata akan dibatasi ruang lingkupnya terutama untuk ruang lingkup hotel di pulau jawa mengingat jumlah LSU Pariwisata bidang perhotelan saat ini sudah 20 dan semua berkonsentrasi di jawa dan Bali. Selain itu, diperlukan sebuah lembaga yang dapat berbentuk asosiasi untuk dapat memberikan masukan terhadap penerapan etika bisnis LSU pariwisata terutama terhadap persaingan harga.
Greenhost Boutique, Hotel Ramah Lingkungan
LSU Pariwisata | Sertifikasi Usaha Hotel Greenhost Boutique Hotel hadir di Yogyakarta dengan konsep agricrafture. Hotel yang berada di lokasi di jalan Prawirotaman II dengan 96 kamar berkonsep seni ini memiliki magnet kuat meramaikan dunia pariwisata Yogya karena mengusung konsep ramah lingkungan.”Berawal dari pemikiran bahwa bangsa Indonesia adalah perajin yang bertani, maka Greenhost Boutique Hotel menerapkan konsep agricrafture yang merupakan gabungan agriculture yaitu budaya mengolah tanah, kerajinan dan kriya. Kami juga mengusung konsep ramah lingkungan. Mengingat keprihatinan akan kurangnya perhatian manusia teehadap lingkungan dan sempitnya lahan bercocok tanam,” tutur Konseptor Greenhost Boutique Hotel dan salah satu komisaris PT Hijau Selaras Manajemen, Paulus Mintarga.
Sertifikasi Usaha Melindungi Konsumen dan Pengusaha, Bukan Hanya Sekedar Formalitas
LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) akan melakukan sertifikasi usaha untuk penentuan hotel bintang yang akan dilakukan kepada hotel Dafam Fortuna yang akan di audit pada tanggal 5-6 Januari 2015 dan Hotel Jentra Dagen yang akan diaudit tanggal 9-10 Januari 2015. Kegiatan audit ini akan diikuti oleh masing-masing 6 auditor dengan masing-masing di kompetensi teknis pelayanan, pengelolaan dan produk. Hairullah Gazali SE, MBA. Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) pada saat membuka pertemuan dengan jajaran Auditor LSU Pariwisata BMWI bertempat di Kantor LSU Pariwisata BMWI menyatakan sampai 2015 mendatang LSU Pariwisata BMWI memiliki target minimal 250 usaha tersertifikasi melalui LSU Pariwisata BMWI.
Operator Lokal Baru Ini Siap Bangun 10 Hotel
Industri hotel di Indonesia masih dianggap sangat menarik oleh para investor. Terutama di kota-kota dengan aktivitas bisnis yang padat, perdagangan dan pariwisata. Frewin Internasional, adalah operator hotel lokal yang siap meramaikan industri hotel di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, meski baru diluncurkan pada bulan Desember ini, Frewin mengebut pembangunan sepuluh hotel hingga 2020.”Sampai 2020 kita mau bangun 10 hotel. Lokasinya beragam, tapi lebih banyak di Kalimantan, dan Sulawesi,” kata Marketing Director Frewin Internasional Datu Bubun dalam launching merek Frewin International di Jakarta, Senin (29/12/2014).
Hotel Ibis Styles Yogya Naik Kelas
LSU Pariwisata | Sertifikasi Usaha Pariwisata Setelah melalui proses panjang dan dengan kerja keras, awal Desember 2014 lalu, Ibis Styles Yogya mendapatkan sertifikat Bintang Empat dari LSU Pariwisata BMWI Yogya. “Dengan data lengkap, disertai layanan yang dinilai langsung melalui kunjungan lapangan atau audit dari LSU Pariwisata BMWI Yogya, akhirnya Ibis Styles Yogya kini mendapatkan sertifikasi bintang empat. Dengan sertifikasi ini Ibis Styles Yogyakarta akan terus berbenah diri dan meningkatkan standard pelayanan untuk selalu memberikan fasilitas dan layanan terbaik bagi tamu-tamu maupun masyarakat sekitar hotel,” tutur Executive Secretary, Maria Perwitasari.