Sebagai salah satu hotel terbesar dan termegah di DIY, Hotel Tentrem melalui Rapat Pengambilan Keputusan 22 Desember 2015 dan menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan Direktur LSU Pariwisata BMWi maka ditetapkan menjadi Hotel Bintang 5. Dalam keterangan persnya Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia menyampaikan bahwa sebagai salah satu hotel bintang 5 yang baru di DIY pihaknya sangat berharap agar hotel Tentrem tetap menjaga kualitas dan layanannya agar menjadi yang terbaik. Hairullah juga menyampaikan meskipun dari sisi sertifikasi hotel ini baru ditetapkan menjadi bintang 5 namun image bintang 5 telah disandangnya cukup lama semenjak pembangunan.
30 Hotel Hadiri Kegiatan Workshop Sertifikasi Usaha dan Sertifikasi Kompetensi
Direktur LSU Pariwisata BMWI dalam sambutannya pada saat membuka kegiatan Workshop dan Sosialiasasi Sertifikasi Usaha dan Sertifikasi Kompetensi yang bertempat di Atrium Hotel and Resort Yogyakarta (21/1) mengatakan bahwa menjadi penting bagi Hotel untuk mencapai standar usaha karena standar usaha sebenarnya merupakan standar minimum dan menjadi tolak ukur apakah hotel telah memenuhi atau tidak memenuhi beberapa aspek yang terkait dengan produk, pelayanan dan pengelolaan. Bagi LSU Pariwisata 3 hal tersebut menjadi penting karena bagi usaha ujung-ujungnya adalah terpenuhinya kepuasan pelanggan yang akan berujung kepada ramainya usaha yang dimiliki dan profit yang dicapainya.
Penerapan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Belum Merata di Tanah Air
Mengacu ke Peraturan Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. PM 53/HM.001/MPEK/2013 tentang Standar Usaha Hotel pasal 7 tentang persyaratan dasar yang didalamnya terdapat 4 persyaratan dasar yaitu Tanda Daftar Usaha Pariwisata bidang Usaha Penyediaan Akomodasi Jenis Usaha Hotel, Kelaikan Fungsi Bangunan Gedung, Keterangan Laik Sehat dan Keterangan Kelaikan Kualitas air . Direktur LSU Paiwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia Hairullah Gazali menyatakan hingga saat ini (19/1) bahwa kesulitan terbesar di beberapa daerah di tanah air terletak pada pemenuhan sertifikat Laik fungsi (SLF) bangunan. Tidak semua daerah di Indonesia menjalankan regulasi penerbitan SLF ini meskipun sudah menjadi amanah Undang-Undang.
Sheraton Mustika Direkomendasikan Menjadi Bintang 5 Dalam Audit LSU Pariwisata BMWI
LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) merekomendasikan Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta sebagai hotel bintang 5 sesuai dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Standar Usaha Hotel. Proses audit yang dilakukan oleh LSUP BMWI menerjunkan 3 orang auditor dan 1 orang tim teknis dan berakhir pada Kamis (14/1). Hairullah Gazali Direktur LSU Pariwisata BMWI menyatakan rekomendasi ini untuk selanjutnya akan di putuskan pada rapat pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh komite pengambilan keputusan LSUP BMWI. Hairullah menegaskan sebagai salah satu hotel yang tetap menjaga standarnya Sheraton Mustika sudah memiliki standar yang sangat ketat dan telah dilakukan berbagai macam audit untuk menjaga standar tersebut.
Hyatt Regency Yogyakarta Direkomendasikan Menjadi Bintang 5
Dalam rangkaian audit tahap 1 dan tahap 2 yang dilaksanakan LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) yang berakhir Rabu kemaren (13/1) Hyatt Regency Hotel Yogyakarta direkomendasikan menjadi bintang 5. Hairullah Gazali Direktur LSU Pariwisata BMWI menyampaikan bahwa perolehan skor dari Hyatt Regency tergolong tinggi karena produk, pelayanan dan pengelolaan mereka sangatlah baik dan tetap menjaga konsistensi sebagai bintang 5. Dalam kesempatan ini juga Hairullah mengemukakan peranan manajemen yang kompak dan memiliki pengalaman sangat berpengaruh terhadap terjaganya standar sesuai yang diinginkan oleh Peraturan Menteri Pariwisata.
Sertifikat Bintang 4 Diserahkan Direktur LSUP BMWI Kepada Mercure Pontianak
Setelah melalui tahap audit 2 dan penyempurnaan-penyempurnaan hasil audit. Hotel Mercure pontianak ditetapkan sebagai hotel bintang 4 oleh LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indoneisa. Bertempat di Hotel Mercure Pontianak (23/12) Direktur LSUP BMWI Hairullah Gazali menyerahkan sertifikat Bintang 4 kepada General Manager Hotel Mercure Subakir. Sebelum penyerahan sertifikat hotel terlebih dahulu dilakukan penandatanganan penutupan Laporan Hasil Audit (LHA) dan hasil verifikasi penyempurnaan hasil audit. Dalam sambutannya Subakir menyampaikan rasa syukurnya karena Hotel Mercure Pontianak tetap dapat mempertahankan predikat bintang 4 yang disandangnya selama ini. Ditambahkan juga oleh Subakir meskipun banyak pihak yang menginginkan hotel Mercure ini menjadi bintang 5 namun pihaknya tetap merasa percaya diri bermain di pasar bintang 4. Untuk menjadi bintang 5 menurut Subakir pihaknya harus menurunkan investasi baru untuk meningkatkan nilai produk yang dimilikinya.
Penyerahan Sertifikat Hotel Bintang dan Non Bintang
Walikota Kota Yogyakarta Peduli Sertifikasi Usaha Pariwisata Walikota Kota Yogyakarta (15/12) Haryadi Sayuti dalam sambutannya pada saat penyerahan sertifikat hotel di wilayah Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) mengemukakan bahwa usaha pariwisata di Kota Yogyakarta perlu terus didorong untuk dapat memenuhi standar. Pihaknya menyambut baik upaya yang dilakukan LSU Pariwisata BMWI, karena menurutnya dengan usaha pariwisata tersertifikasi berarti dia sudah memiliki standar minimum yang ditetapkan. Haryadi juga berpesan agar usaha-usaha pariwisata tidak hanya mengejar tamu hingga 100% namun juga mengejar kualitas layanan bagi tamu yang akan menginap.
9 Hotel Akan diserahkan Sertifikatnya dan 5 Usaha Pariwisata lainnya serta 1 Restoran Mendaftar di LSU Pariwisata BMWI
Selasa (15/12) mendatang LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) akan menyerahkan hasil sertifikasi 9 hotel yang meliputi 4 Hotel Bintang dan 5 Hotel Non Bintang. Beberapa hotel tersebut diantaranya Hotel 1O1 Yogyakarta Tugu Hotel, Hotel UNY, Hotel Rosalia Indah dan Hotel Dafam Seturan. Untuk 5 Hotel Non Bintang diantaranya Hotel Tickle, Hotel Madukoro, Hotel Heryon, Hotel Peti Mas dan Hotel Dusun Jogja Village Inn. Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia Hairullah Gazali mengatakan bahwa pada kesempatan ini yang akan menyerahkan adalah Walikota Kota Yogyakarta untuk Hotel-hotel di wilayah Kota Yogyakarta dan Kepala Dinas Pariwisata Propinsi DIY untuk hotel-hotel di DIY lainnya.
Dusun Village in Yogyakarta Di Sertifikasi Oleh BMWI
Dusun Village In salah satu hotel dengan konsep butik hotel di sertifikasi oleh LSU Pariwisata BMWI 24-25 November 2015. Hairullah Gazali Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) menyatakan Hotel Dusun Village in merupakan hotel yang memiliki standar layanan yang unik dan berbeda dengan hotel lainnya. Meskipun secara umum hotel ini hanya memiliki kamar kurang dari 30 kamar namun secara pengelolaan, produk dan layanan tidak kalah dengan hotel international chain yang memiliki ratusan kamar. Ditambahkan Hairullah secara umum auditor telah memberikan beberapa catatan pengembangan kedepan dan rekomendasi terhadap hasil sertifikasi. Dalam kesempatan ini kegiatan sertifikasi dipimpin oleh Eddy Prasetyo sebagai lead Auditor yang sekaligus merangkap sebagai auditor anggota dan didampingi 2 auditor lainnya. Dari hasil rekomendasi ini direncanakan akan segera di bahas dalam rapat pengambilan keputusan yang akan di gelar di LSU Pariwisata BMWI
Hotel Peti Mas Malioboro Direkomendasikan Menjadi Hotel Non Bintang
Dalam kegiatan audit tahap 2 yang diselenggarakan di hotel Peti mas, tim auditor LSU pariwisata BMWI merekomendasikan hotel peti Mas untuk masuk dalam kategori hotel non bintang dengan skor yang sangat signifikan. Hairullah Gazali Direktur LSU Pariwisata BMWI mengatakan meskipun hotel ini tergolong hotel lama namun dari sisi produk, pelayanan dan pengelolaan peti mas terus melakukan pembenahan-pembenahan. Posisi nya di ring 1 yang dekat dengan Malioboro pun sangat menguntungkan sehingga mendorong produknya terus berkembang.