Setelah melalui rapat pengambilan keputusan yang dipimpin oleh Ketua Tim Pengambil keputusan LSU Pariwisata BMWI, Hairullah Gazali (09/11) akhirnya tim merekomendasikan Hotel Kristina sebagai hotel Non Bintang. Tim pengambil keputusan LSU Pariwisata BMWI juga merekomendasikan penyempurnaan-pemyempurnaan bagi manajemen Hotel Kristina dikarenakan saat ini sedang dalam tahap renovasi. Menurut Hairullah meskipun demikian dari sisi penilaian hotel ini sangatlah mencukupi dikarenakan skor yang dicapai sangatlah tinggi untuk kategori hotel non bintang.“Posisi hotel Kristina yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan tentunya akan mempermudah untuk penyempurnaan hasil audit kedepannya baik secara produk maupun pelayanan” tegas hairullah.
Kukar Perlu mendorong Perkembangan Standarisasi Hotel
Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia, Hairullah Gazali dalam kunjungannya ke Pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara mulai tanggal 31 Oktober samapi dengan 1 November atas undangan dari Pemkab Kukar mengemukakan bahwa hotel milik pemerintah Kutai Kertanegara perlu penguatan standarisasinya mengingat persaingan sektor perhotelan saat ini semakin tinggi. Disampaikan juga oleh Hairullah, dalam jangka waktu dekat ini pulau Kumala akan beroperasi kembali dan didalam pulau tersebut terdapat fasilitas hotel dan resort yang berskala bintang 3 sehingga dibutuhkan keseriusan dari pihak pemerintah sebagai pemilik dan operator untuk dapat mendorong perkembangan bisnis perhotelan yang ada di Kutai Kertanegara. “sekilas kalau kita lihat memang fasilitas dan peralatan yang dimiliki oleh Hotel sangatlah bagus mengingat hotel-hotel milik pemerintah daerah telah disetting sangat maksimal “ tegas Hairullah. “Dalam kunjungan ke Kutai Kertanegara ini tim LSU Pariwisata dipimpin oleh Direktur LSU Pariwisata, anggota komite ketidakberpihakan LSU Pariwisata BMWI dan staf LSU Pariwisata.Didalam kunjungan tersebut juga Direktur LSU Pariwisata diterima oleh PLT sekretaris Daerah Kabupaten Kalimantan Timur beserta staf. Dalam kesempatan ini juga Direktur LSU Pariwisata BMWI memaparkan standar usaha hotel serta standar usaha lainnya.
Hotel Grand Aston Yogyakarta Direkomendasikan Menjadi Bintang 5
Setelah melalui tahapan audit tahap 1 dan tahap 2 Hotel Grand Aston Yogyakarta direkomendasikan oleh Tim Auditor yang diketuai oleh Yunus Sambodo sebagai hotel bintang 5, Jumat 30-31 Oktober 2015. Yunus Sambodo lead Auditor pada kesempatan ini menyampaikan bahwa Grand Aston memiliki skor yang sangat tinggi dan layak direkomendasikan menjadi bintang 5. Menurut Yunus perolehan skor yang sangat tinggi ini didukung oleh adanya speciality resto yang dimiliki hotel. Selain itu menurut Yunus kondisi hotel yang sangat baik dan memiliki maintenance yang bagus ikut juga mendukung perolehan skor yang tinggi. “Dari sisi perizinan sangat lengkap, sehingga dirinya sangat yakin bahwa hotel ini akan semakin berkembang, manajemen dan owner nya pun sangat serius menjalankan bisnisnya” papar Yunus. Tim Auditor LSU BMWI beranggotakan 3 orang yang masing-masing auditor sudah memiliki pengalaman audit yang sangat tinggi.
Hotel Heryon dan Hotel Cantya Direkomendasikan Menjadi Hotel Non Bintang
Setelah melalui rangkaian audit tahap 2 yang dilakukan terhadap 2 hotel non bintang Hotel Heryon dan Hotel Cantya tim auditor LSU Pariwisata BMWI yang masing-masing Hotel Heryon diketuai oleh Pramudya Bagus dan Hotel Cantya yang diketuai oleh Tri Mulatsih merekomendasikan kedua hotel tersebut masuk di kategori hotel Non Bintang. Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia Hairullah Gazali menyampaikan bahwa setiap proses yang dilakukan oleh LSUP harus mengacu ke Permen No 7 tahun 2014 tentang penyelenggaran sertifikasi usaha. “Kami telah berusaha untuk memperkuat panduan mutu dan prosedur operasional kami agar audit yang dilakukan dapat berjalan lancar” tegas Hairullah.
Hotel Mercure Pontianak Direkomendasikan Menjadi Bintang 4
LSU Pariwisata – Audit Hotel Mercure Pontianak Dari hasil kegiatan sertifikasi yang dilakukan oleh tim auditor LSU Pariwisata BMWI yang diketuai oleh Hermantony menyampaikan bahwa Hotel Mercure Pontianak dapat direkomendasikan menjadi Hotel bintang 4 dan telah memenuhi skor bintang 4 dengan nilai yang sangat signifikan. Namun demikian Herman mengatakan pihaknya tetap menyarankan peyempurnaan-penyempurnaan standar agar menjadi lebih baik kedepannya. “peningkatan kualitas dan standar diharapkan dapat mendorong nilai jual hotel Mercure Pontianak sebagai salah satu hotel terbaik di Kota Pontianak” tegas Herman.
Tim Auditor LSUP BMWI Rekomendasikan Hotel UNY menjadi Bintang 3
Setelah melalui rangkaian audit tahap 1 dan audit lapangan selama 2 hari (25/26-9) tim auditor LSU Pariwisata BMWI rekomendasikan Hotel UNY menjadi bintang 3. Hairullah Gazali Direktur LSU Pariwisata BMWI mengemukakan bahwa sebagai salah satu hotel yang berbasis pendidikan Hotel UNY ini memiliki kualitas layanan komersial yang tidak kalah dengan hotel-hotel lainnya. Universitas Negri Yogyakarta (UNY) sebagai pemilik hotel ini memang mendorong agar perkembangan hotel konsisten dan berdaya saing. Kami menurunkan Tim Auditor yang diketuai oleh Junus Sambodo yang disertai 2 anggota. “ tidak banyak hotel yang berbasis pendidikan memiliki profesionalisme, fasilitas MICE yang dimiliki UNY layak untuk digunakan untuk berbagai acara” tegas Hairullah. “Hasil dari rekomendasi auditor ini akan disampaikan pada rapat pengambilan keputusan LSU Pariwisata BMWI agar dapat ditetapkan menjadi hotel bintang 3, saya yakin dengan produk yang seperti ini asal konsisten dijaga hotel uny dapat meraup banyak keuntungan” tutup Hairullah.
Hotel Villa Borobudur Mendaftar Untuk Diaudit Bintang 5
Direktur LSU Pariwisata BMWI Hairullah Gazali disela-sela meninjau kegiatan audit di Hotel UNY menginformasikan (26/9) bahwa Hotel Villa Borobudur yang berlokasi di Dusun Pete, Majaksingi mendaftar di LSU Pariwisata BMWI untuk dilakukan audit usaha. Kegiatan audit usaha ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan oktober mendatang. Manajemen Hotel Villa Borobudur memproyeksikan hotel ini sebagai hotel bintang 5. Menurut Hairullah secara kasat mata hotel ini memiliki kekhasan dalam tampilan fisiknya. Bentuk dan lokasi yang dipilih benar-benar bernuansa resort hotel yang menarik. Disamping itu menurut Hairullah suasana yang dibangun pun seperti suasana desa. Namun demikian Hairullah Gazali menyampaikan terlalu dini kita menetapkan hotel ini sebagai bintang 5 karena kita masih perlu menurunkan tim auditor untuk mengetahui lebih lanjut bahwa hotel ini benar-benar hotel bintang 5. “Kami tidak dapat memberikan pernyataan sekarang, masih panjang langkahnya” tandas Hairullah
LSU Pariwisata BMWI Serahkan Hasil Sertifikasi Hotel dan Pendaftar di Batch 5 Untuk Hotel di DIY, Solo dan Pontianak
Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta bertempat di Hotel Fortune Fest, serahkan hasil sertifikasi Hotel yang dilakukan oleh LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI). Dalam sambutannya Aris memberikan apresiasi atas konsistensi yang dilakukan oleh BMWI dalam menjaga standar yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pariwisata. Apalagi hotel yang disertifikasi BMWI tidak hanya di wilayah DIY saja bahkan ada beberapa berada di luar jawa. Dalam kesempatan ini juga Aris menegaskan agar hotel-hotel yang ada DIY dapat tetap menjaga kualitas apalagi DIY termasuk salah satu destinasi utama di Indonesia. Sektor MICE yang berkembang sangat pesat di DIY salah satunya didorong oleh pertumbuhan dan kesiapan hotel sebagai salah satu bagian dari sarana pendukung MICE. “bahkan beberapa waktu lalu kegiatan MICE Forum yang diadakan di DIY mampu menciptakan transaksi milyaran” tegas Aris. “Angka tersebut bukanlah angka kecil, artinya DIY memiliki nilai jual untuk wisata MICE, dan Hotel merupakan salah satu motor penggeraknya” tutup Aris.
Gallery Prawirotaman Ditetapkan Menjadi Hotel Bintang 4 di Yogyakarta
Melalui rapat pengambilan keputusan yang dilakukan LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia bertempat di Sekretariat LSU Pariwisata (3/9) Komite Pengambilan keputusan LSU Pariwisata memutuskan untuk menetapkan Hotel Gallery Prawirotaman sebagai Hotel Bintang 4. Direktur LSU Pariwisata BMWI Hairullah Gazali SE, MBA. menyampaikan bahwa pihaknya memberikan apresiasi terhadap seluruh jajaran manajemen Gallery Prawirotaman yang secara serius telah melakukan penyempurnaan hasil audit meskipun dari sisi skor didapat oleh Gallery sangat tinggi dan mendekati interval bintang 5. Namun demikian bagaimanapun Komite pengambilan keputusan LSU Pariwisata BMWI tetap mengharapkan pihak manajemen untuk terus melakukan penyempurnaan-penyempurnaan hasil audit agar produk, layanan dan pengelolaannya menjadi lebih maksimal.
Hotel Mercure Pontianak, Segera Lakukan Sertifikasi Usaha
Mercure Hotel Pontianak melalui surat elektronik yang dikirimkan kepada LSU Pariwisata BMWI menyatakan kesediannya untuk di audit oleh LSU pariwisata BMWI. Dalam kesempatan ini juga telah dilampirkan form pendaftaran dan beberapa persyaratan dasar yang dibutuhkan. Direktur LSU Parwisata BMWI Hairullah Gazali, SE.MBA. menyampaikan bagi LSU Pariwisata BMWI pihaknya sangat terbuka dalam menerima usaha yang disertifikasi dari semua wilayah di Indonesia, mengingat ruang lingkup kerja LSU Pariwisata tidak terbatas di wilayah geografis tempat LSU Pariwisata berdomisili.