LSU Pariwisata BMWI (LSUP-013-IDN)

wp_flash_img_show will display here (config: default)

 

tentang kami copy

Profil Singkat dan Wilayah Kerja

Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata atau yang dikenal dengan LSUP merupakan lembaga yang didirikan berdasarkan amanah Undang-undang Kepariwisataan No 10 Tahun 2009, PP 52 Tahun 2012 serta Peraturan Menteri Pariwisata No 1 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Usaha Pariwisata. Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI) hadir sebagai lembaga professional dan independen menjawab amanah tersebut dan memberikan jaminan dan pengakuan terhadap usaha pariwisata di Indonesia. Sejak berdiri tahun 2014 sesuai dengan :

  • Keputusan Menteri  Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Nomor  KM.36/HK.501/MPEK/2014 Tentang Penunjukan dan Penetapan  BHAKTI MANDIRI WISATA INDONESIA Sebagai Lembaga Sertifikasi Usaha Bidang Pariwisata
  • Keputusan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor SK.28/HK.501/DPDIP/KEMPAR/2016 Tentang Perluasan Ruang Lingkup Sertifikasi Usaha Bidang Pariwisata BHAKTI MANDIRI WISATA INDONESIA

sampai dengan Februari 2017 telah memproses 200 usaha pariwisata untuk mendapatkan pengakuan. Selain itu LSUP BMWI telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional melalui Surat Keputusan Akreditasi No. 2878/2.a1/SM/05/2016  dengan ruang lingkup sertifikasi Bidang Penyediaan Akomodasi (06) Khusus Perhotelan (06.01)- (Hotel Non Bintang dan Bintang), Jasa Perjalanan Wisata (04), Jasa Makanan dan Minuman (05) Khusus Restoran (05.01) dan Rumah Makan (05.02) dan SPA (13)  dan pengalaman yang dimiliki LSUP BMWI, kami yakin dapat mendorong pengembangan Pariwisata Indonesia. Sampai saat ini LSUP BMWI didukung oleh 70 auditor yang ahli di bidang audit dan memiliki pengalaman industri sesuai ruang lingkup dengan rata-rata evaluasi kinerja yang diberikan klien sangat baik. LSUP BMWI memberikan layanan sertifikasi usaha pariwisata DI SELURUH WILAYAH REPUBLIK INDONESIA

Komitmen LSUP BMWI dan Auditornya

LSUP BMWI dan auditornya tidak berpihak dan bebas dari keterikatan dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi objektivitas sertifikasi Usaha Pariwisata. Beberapa faktor tersebut termasuk didalamnya

  1. Desain, konstruksi, pemasaran, pemasangan, jasa atau pasokan usaha pariwisata dalam ruang lingkup audit.
  2. Desain, konstruksi, penerapan atau pemeliharaan sistem manajemen mutu yang diaudit.
  3. Menjadi perwakilan berwenang dari pelanggan Usaha Pariwisata.