Wisatawan Melonjak, Bisnis Kondotel di Bali Makin Menjanjikan

LSU Pariwisata | Sertifikasi Usaha Hotel – Potensi bisnis kondominium hotel atau kondotel di Bali semakin besar dengan kenaikan jumlah wisatawan ke kawasan tersebut. Kenaikan jumlah wisatawan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu.  Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Provinsi Bali, persentase kenaikan kedatangan wisatawan Singapura yang berlibur ke Pulau Dewata selama Januari-April 2014 merupakan yang tertinggi, yakni 51,79 persen atau menjadi 52.385 orang. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2013 hanya 34.511 orang.

Selain wisatawan Singapura, para pelancong dari China juga melonjak hingga 49,40 persen, menjadi 191.433 orang. Ini lebih tinggi dibandinggkan dengan periode sama 2013 hanya 128.134 orang. Sementara itu, prosentase peningkatan turis Malaysia ada di urutan ketiga 16.48 persen dengan 64.873 orang dari sebelumnya hanya 55.693 orang.

“Kebutuhan tingkat hunian hotel akan bertambah luar biasa sehingga akan bisnis investasi kondotel semakin menjanjikan,” kata General Manager Marketing Grand Orange Pandawa Beach Bali, Ratdi Gunawan, kepada Kompas.com, Jumat (4/7/2014).

Terbukti, lanjut Ratdi, sejak dipasarkan 3 bulan lalu Grand Orange Beach Bali sudah terjual 70 persen. Dia optimistis, salah satu daya tarik penjualan kondotel tersebut adalah sertifikat hak milik untuk pembeli kondotel bintang empat tersebut.

“Tren pertumbuhan investasi hotel di Bali juga kan dipengaruhi oleh minimnya lahan bersertifikat hak milik. Sampai saat ini, mayoritas kondotel baru yang ditawarkan di Bali hanya dilengkapi sertifikat hak sewa dengan jangka waktu 30-50 tahun,” kata Ratdi.

Grand Orange Condotel Pandawa Beach Bali dikembangkan PT Puri Bali Sentosa. Dengan sertifikat hak milik di lokasi menarik Pantai Pandawa, Grand Orange dipasarkan seharga Rp 945 juta. Terbatas hanya 129 unit, pembelinya bisa mendapatkan kemudahan angsuran 48 bulan tanpa bunga.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketersediaan tanah di Bali semakin terbatas dan mahal. Berdasarkan data Realestat Indonesia (REI), kenaikan harga tanah di Bali mencapai 100 persen per tahun. Tak heran, kenaikan harga tanah yang sangat mahal menjadikan investasi kondominium hotel (kondotel) hak milik di Pulau Dewata itu bisa dijadikan potensi investasi bernilai tinggi.

“Sehingga kondotel menarik untuk investasi, karena pendapatan dari sewa menyewa hotel di Bali sangat menjanjikan,” kata Ratdi.

“Yang pasti, lokasi tetap masih paling menentukan dalam investasi ini, khususnya kondotel. Pilih lokasi kawasan wisata yang mempunyai target pasar luas seperti pantai-pantai Bali yang punya target pasar wisatawan mancanegara dan domestik,” tambahnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.