
LS BMWI – Sertifikasi CHSE untuk desa wisata menjadi aspek yang sangat penting dalam memastikan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan wisatawan. Seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap standar kesehatan dan kebersihan, desa wisata yang memiliki sertifikasi CHSE akan lebih dipercaya dan diminati. Sertifikasi ini bukan hanya sekadar label formalitas, tetapi juga jaminan bahwa desa wisata telah memenuhi standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Lalu, mengapa sertifikasi CHSE ini wajib dimiliki oleh desa wisata? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Sertifikasi CHSE?
Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) adalah sertifikasi yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kepada destinasi wisata, termasuk desa wisata, yang telah memenuhi standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan dalam berkunjung ke suatu destinasi, terutama setelah pandemi yang meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya protokol kesehatan pariwisata.
Mengapa Sertifikasi CHSE untuk Desa Wisata Wajib Dimiliki?
1. Menjaga Keamanan dan Kesehatan Wisatawan
Keamanan wisatawan di desa wisata menjadi prioritas utama dalam industri pariwisata modern. Dengan adanya sertifikasi CHSE, desa wisata dapat memastikan bahwa setiap aspek kebersihan dan kesehatan sudah sesuai standar. Mulai dari sanitasi fasilitas umum, penyediaan tempat cuci tangan, hingga penerapan protokol kesehatan yang ketat, semuanya diatur dalam sertifikasi ini. Dengan begitu, wisatawan akan merasa lebih nyaman dan aman selama berkunjung.
2. Meningkatkan Kepercayaan Wisatawan
Di era digital saat ini, wisatawan cenderung mencari informasi tentang keamanan dan kebersihan destinasi sebelum mereka memutuskan untuk berkunjung. Desa wisata yang memiliki sertifikasi CHSE akan lebih dipercaya karena wisatawan tahu bahwa tempat tersebut telah memenuhi standar kebersihan dan keselamatan. Kepercayaan ini sangat penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan loyalitas wisatawan.
3. Menjadi Daya Tarik Wisatawan Domestik dan Mancanegara
Wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, kini lebih selektif dalam memilih destinasi wisata. Desa wisata yang telah mendapatkan sertifikasi CHSE akan lebih unggul dibandingkan yang belum bersertifikat. Wisatawan mancanegara, khususnya, sangat memperhatikan protokol kesehatan dan keamanan saat bepergian. Dengan adanya sertifikasi ini, desa wisata dapat lebih bersaing di tingkat global.
4. Meningkatkan Daya Saing dan Citra Desa Wisata
Pariwisata berkelanjutan menjadi tren yang semakin populer di kalangan wisatawan modern. Sertifikasi CHSE dapat menjadi bukti bahwa desa wisata tidak hanya peduli pada kenyamanan wisatawan, tetapi juga pada kelestarian lingkungan. Dengan mengikuti program ini, desa wisata dapat meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak wisatawan yang peduli terhadap ekowisata dan keberlanjutan lingkungan.
5. Mendapatkan Dukungan dari Pemerintah dan Lembaga Pariwisata
Desa wisata yang telah mendapatkan sertifikasi CHSE sering kali mendapatkan berbagai keuntungan, seperti promosi dari pemerintah dan akses lebih mudah ke program bantuan pariwisata. Kemenparekraf sering kali memberikan fasilitas sertifikasi CHSE gratis untuk desa wisata yang memenuhi syarat. Selain itu, desa wisata yang sudah bersertifikat lebih mudah mendapatkan bantuan dana untuk pengembangan fasilitas dan infrastruktur wisata.
Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi CHSE?
1. Memahami Standar dan Persyaratan Sertifikasi CHSE
Sebelum mengajukan sertifikasi, desa wisata harus memahami standar yang ditetapkan oleh Kemenparekraf. Standar ini mencakup aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan. Setiap desa wisata harus memastikan bahwa fasilitas dan layanan mereka telah memenuhi persyaratan ini.
2. Melakukan Evaluasi Internal
Sebelum mendaftar, desa wisata perlu melakukan evaluasi internal terhadap fasilitas dan operasionalnya. Hal ini termasuk memastikan kebersihan tempat wisata, ketersediaan sarana sanitasi, penerapan protokol kesehatan, serta keamanan bagi wisatawan. Evaluasi ini akan membantu desa wisata dalam mempersiapkan diri sebelum proses sertifikasi resmi dilakukan.
3. Mengajukan Permohonan ke Kemenparekraf
Setelah memastikan kesiapan desa wisata, langkah berikutnya adalah mengajukan permohonan sertifikasi CHSE ke Kemenparekraf. Proses ini melibatkan verifikasi dokumen, audit lapangan, serta penilaian oleh tim ahli. Jika semua persyaratan terpenuhi, desa wisata akan mendapatkan sertifikat CHSE sebagai bukti bahwa mereka telah memenuhi standar yang ditetapkan.
4. Menerapkan Standar CHSE Secara Konsisten
Sertifikasi CHSE bukan hanya sekadar mendapatkan pengakuan, tetapi juga tentang menerapkan standar tersebut secara konsisten. Desa wisata harus terus menjaga kebersihan, memastikan protokol kesehatan tetap berjalan, dan meningkatkan fasilitas agar tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dampak Positif Sertifikasi CHSE bagi Desa Wisata
1. Peningkatan Jumlah Wisatawan
Desa wisata yang telah bersertifikasi CHSE akan lebih mudah menarik wisatawan, terutama mereka yang mengutamakan faktor kebersihan dan keamanan dalam memilih destinasi wisata. Wisatawan yang merasa nyaman dan aman akan cenderung merekomendasikan tempat tersebut kepada orang lain, sehingga kunjungan akan semakin meningkat.
2. Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Lokal
Dengan bertambahnya wisatawan, pendapatan masyarakat lokal juga akan meningkat. Wisatawan yang datang akan berkontribusi pada ekonomi desa melalui pembelian makanan, penginapan, serta produk kerajinan tangan lokal. Ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat perekonomian desa wisata.
3. Meningkatkan Reputasi dan Branding Desa Wisata
Sertifikasi CHSE dapat menjadi alat branding yang kuat bagi desa wisata. Desa wisata yang memiliki reputasi baik akan lebih mudah mendapatkan perhatian dari media, agen perjalanan, dan wisatawan. Ini akan membantu dalam promosi jangka panjang dan menjadikan desa wisata sebagai destinasi unggulan.
Kesimpulan
Sertifikasi CHSE bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi untuk meningkatkan daya saing, kepercayaan wisatawan, dan keberlanjutan pariwisata. Dengan mengikuti standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan, desa wisata dapat memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Oleh karena itu, bagi desa wisata yang ingin berkembang dan sukses di industri pariwisata, sertifikasi CHSE adalah langkah yang tidak boleh diabaikan.
Jadi, apakah desa wisata Anda sudah memiliki sertifikasi CHSE? Jika belum, saatnya untuk mengambil langkah menuju standar wisata yang lebih baik dan lebih aman!
Info Sertifikasi :
Hubungi LS BMWI sekarang juga dan dapatkan Sertifikasi SNI CHSE Anda!
Telepon: 0821 3700 0107
Website: https://lsupariwisata.com/
LS BMWI – Membangun Kredibilitas, Meraih Kesuksesan Bisnis Anda!
Baca juga :
Mengapa MICE Menjadi Tren dalam Industri Pariwisata?, 5 Tips Memilih Hotel yang Nyaman dan Strategis, Tips Menu Restoran Fine Dining agar Menarik Pelanggan Eksklusif, Panduan Proses Audit Sertifikasi SNI CHSE, Makan di Restoran Ini? Siapkan Nyali, Pelayanannya Tak Biasa!
Tag :ls bmwi, lsppiu, jttc, jana dharma indonesia, sertifikasi halal