
LS BMWI – Bisnis catering tampaknya menggiurkan, tapi kenyataannya, banyak yang tumbang dalam waktu singkat. Mengapa hal ini sering terjadi? Kalau kamu sedang merintis usaha jasa boga atau sekadar penasaran, yuk kita bahas tuntas!
Mengapa Banyak Bisnis Catering Gagal dalam Waktu Singkat?
1. Kurangnya Perencanaan Awal
Salah satu penyebab kegagalan bisnis catering adalah kurangnya perencanaan yang matang. Banyak orang memulai usaha ini hanya bermodalkan hobi memasak tanpa riset yang cukup. Padahal, catering butuh lebih dari sekadar masakan enak. Kamu harus memahami target pasar, strategi pemasaran, hingga manajemen keuangan agar usaha tetap berjalan lancar.
2. Salah Menentukan Harga
Banyak pengusaha catering pemula menetapkan harga terlalu murah agar bisa bersaing. Sayangnya, strategi ini justru bisa menjadi bumerang. Jika harga terlalu rendah, keuntungan yang diperoleh kecil, bahkan bisa tidak cukup untuk operasional. Sebaliknya, kalau harga terlalu tinggi tanpa kualitas yang sepadan, pelanggan akan kabur. Jadi, tentukan harga dengan cermat berdasarkan biaya produksi dan pasar.
3. Manajemen Keuangan yang Buruk
Bisnis catering bukan hanya soal memasak, tapi juga soal keuangan. Banyak bisnis jasa boga gagal karena keuangan tidak dikelola dengan baik. Misalnya, mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha, tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran, atau menghabiskan keuntungan sebelum bisnis stabil. Solusinya? Gunakan pencatatan keuangan yang rapi dan pisahkan uang usaha dari keuangan pribadi.
4. Kualitas Makanan Tidak Konsisten
Pelanggan catering mengandalkan rasa dan kualitas makanan yang stabil. Kalau hari ini enak, tapi besok rasanya berubah, pelanggan bisa kecewa. Untuk menghindari masalah ini, penting untuk memiliki standar operasional yang jelas, mulai dari bahan baku hingga proses memasak.
5. Promosi Kurang Maksimal
Banyak bisnis catering yang hanya mengandalkan pelanggan dari mulut ke mulut tanpa strategi pemasaran yang jelas. Padahal, sekarang ini persaingan semakin ketat. Tanpa promosi yang baik, usaha bisa tenggelam. Gunakan media sosial, buat katalog digital, atau bekerja sama dengan event organizer agar lebih dikenal.
6. Kurangnya Pelayanan yang Baik
Pelanggan tidak hanya melihat rasa makanan, tapi juga pelayanan. Kalau respons lambat, pesanan sering telat, atau komunikasi kurang baik, mereka bisa kapok. Pastikan tim catering memiliki etika pelayanan yang baik dan mampu menangani komplain dengan profesional.
7. Kesulitan Mengelola Stok Bahan Makanan
Bisnis catering harus bisa mengelola stok bahan makanan dengan baik. Terlalu banyak stok bisa menyebabkan bahan kadaluarsa, sementara terlalu sedikit stok bisa membuat pesanan tidak terpenuhi. Belajar mengatur stok dengan sistem yang baik akan sangat membantu kelangsungan usaha.
8. Tidak Mengikuti Tren Pasar
Tren kuliner terus berkembang. Catering yang tidak mengikuti perkembangan ini bisa kehilangan pelanggan. Misalnya, sekarang banyak orang yang mencari catering sehat, makanan organik, atau menu khusus seperti vegetarian dan keto. Kalau kamu hanya menawarkan menu biasa tanpa inovasi, pelanggan bisa berpindah ke tempat lain.
9. Ketergantungan pada Satu Supplier
Mengandalkan satu supplier bahan baku memang terasa praktis, tapi ini berisiko. Jika supplier mengalami kendala, misalnya kehabisan stok atau harga naik tiba-tiba, bisnis catering bisa ikut terkena dampaknya. Oleh karena itu, sebaiknya punya lebih dari satu pemasok untuk berjaga-jaga.
10. Tidak Menghitung Biaya Operasional dengan Tepat
Banyak pengusaha catering yang hanya menghitung harga bahan makanan tanpa memperhitungkan biaya lain seperti listrik, gas, tenaga kerja, hingga transportasi. Akibatnya, keuntungan yang terlihat besar di awal bisa jadi tipis atau bahkan rugi. Jangan lupa untuk menghitung semua biaya sebelum menetapkan harga jual.
Kesimpulan
Menjalankan bisnis catering memang penuh tantangan, tapi bukan berarti mustahil untuk sukses. Dengan perencanaan matang, pengelolaan keuangan yang baik, pelayanan yang prima, serta strategi pemasaran yang tepat, bisnis catering bisa berkembang dan bertahan lama.
Kalau kamu tertarik mendalami lebih lanjut tentang dunia bisnis jasa boga, yuk mulai dengan riset dan strategi yang tepat! Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman yang juga tertarik dengan bisnis kuliner. Semoga sukses!
Info Sertifikasi :
Hubungi LS BMWI sekarang juga dan dapatkan Sertifikasi Usaha Jasa Boga Anda!
Telepon: 0821 3700 0107
Website: https://lsupariwisata.com/
LS BMWI – Membangun Kredibilitas, Meraih Kesuksesan Bisnis Anda!
Baca juga :
Strategi Sukses dalam Pengelolaan Desa Wisata di Indonesia, Dampak MICE terhadap Pariwisata di Indonesia, Hotel dengan Fasilitas Terbaik untuk Penggemar Golf, Perbedaan Antara Hotel, Hostel, dan Guest House, Cara Membuat Sistem Informasi Restoran Berbasis Web dari Nol
Tag :ls bmwi, lsppiu, jttc, jana dharma indonesia, sertifikasi halal