Industri Pariwisata Hidupkan Bisnis Kondotel Yogyakarta

Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata | Sertifikasi Usaha Pariwisata | Sertifikasi Hotel-Bisnis kondotel di Yogyakarta dianggap semakin menarik. Pasalnya, wilayah ini mengalami pertumbuhan di sektor pariwisata, pendidikan, dan jasa sebagai stimulan utama yang mendorong bisnis hospitalitas seperti kondotel. Demikian Direktur Utama PT Majestic Land, Wisnu Tri Anggoro mengutarakan pendapatnya mengenai bisnis kondotel kepada Kompas.com, Minggu (13/7/2014). “Selama industri pariwisata, pendidikan dan jasa tumbuh, kebutuhan akan fasilitas akomodasi akan terus ada dan bahkan menguat dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itulah kami ikut mengembangkan kondotel di kota ini,” tutur Wisnu.condotel

Dia menambahkan, saat ini kebutuhan akomodasi yang aman, nyaman dengan tarif tidak terlalu tinggi, sangat diminati wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Mereka tidak terlalu membutuhkan perlengkapan hotel di atas rerata, cukup yang menawarkan kepraktisan, kenyamanan dan value for money.

Majestic Land, kata Wisnu, termotivasi membangun Best Western Condotel Yogyakarta dengan dana ninvestasi senilai Rp 100 miliar. Kondotel setinggi empat lantai ini merangkum sebanyak 124 unit kamar fully furnished , dilengkapi berbagai fasilita seperti meeting room berkapasitas  100 orang, kafe, sky resto serta sky swiming pool.

Best Western Condotel Yogyakarta menawarkan 4 pilihan tipe kamar, antara lain, Superior Room (24 m2), Deluxe Room (28 m2), Executive Suite (32 m2) serta President Suite (50 m2). Harga yang dipatok mulai dari Rp 992 juta sampai dengan Rp 2,2 miliar. Sejak diluncurkan pada 2013 lalu, progres pembangunan sudah mencapai tahap basement.

Selain Best Western Condotel, proyek sejenis yang tengah dikembangkan di Yogyakarta adalah Sahid Yogya Lifestyle City sebanyak 543 unit yang dikelola Sahid Hotels and Resorts., Sun Premira, indoLuxe, Awana, The Palaca, Alana, dan Innside-Melia.

Kehadiran kondotel-kondotel tersebut, menambah jumlah pasokan fasilitas akomodasi di Yogyakarta. Hingga kuartal I 2014, terdapat 32 hotel bintang 3, 4, dan 5 eksisting dengan 4.200 kamar. Jumlah ini akan terus melonjak menjadi sekitar 92 hotel dalam dua tahun ke depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.